Kesalahan mereka?


Coretan Pong Harjatmo

Setiap aksi pasti ada batasannya. Gue gak akan komen yang macem2 di post ini, karena ini berhubungan dengan “the feds” atau the gov. Ya walaupun gue berlindung dibawah UUD Republik Indonesia no. 9 tahun 1998, tentang kebebasan menyampaikan pendapat.

Ya seperti biasa, i’m going to comment every single thing about this government. “Lo cuma bisa komen. Apa aksi lo?” Belajar. Untuk menjadi penerus bangsa. Lo juga kan? kita disini sama-sama penerus bangsa. *asek*

Anyway, let’s talk. Tonight, gue baru mendengar kabar tentang sekolah MASTER (masjid terminal), sekolah yang membina anak jalanan menjadi anak-anak yang berprestasi, mau digusur untuk dijadiin apartemen? bener apartemen?

Oke, bukan CUMA itu yang akan gue komentar malam ini. Tapi dari berbagai macam kasus yang ada di negeri yang tercinta ini. You may agree or not, but it’s up to you. Gue bukan diktator kejam atau panglima FPI yang nyuruh lo untuk sama kayak gue, enggak.

Alright, let’s go to the topic.

Ngantuk manusiawi kok

 

Anggota DPR Hadir nol, gaji pol. Guru? Hadir pol, gaji nol. Ini termasuk salah satu kesalahan dari pemerintah. Guru, PAHLAWAN tanpa tanda jasa yang ngajarin anak didiknya susah payah dari pagi hingga menjelang sore, gajinya gak sebanding sama anggota DPR yang kalo ada rapat malah nonton bokep atau tidur?

Duit aja yang dipikirin sama pemerintah. Utang gimana mau dilunasin kalo duit negara dipake atas nama “Studi banding”, balik2 bawa Chan*l, Hug* b*ss, Ba*a, dll. Ini sepenuhnya bukan salah SBY, tapi perwakilan rakyat. Seharusnya perwakilan rakyat itu kerjaannya nyuci baju, setrika, masak buat kita.

Wah di Denmark!

Loh iya, “wakil” kan? ngomong2 kualitas, Sekolah juga pasti bikin kesalahan. Apa itu? misal. Pelajaran Biologi, yang ngajar lulusan fakultas hukum? Ini kan gak masuk akal, sekaligus mengambil jatah pekerjaan orang. Wong bukan bidang dia, kok diambil. Pastinya masih banyak orang-orang yang S1 biologi lebih bagus dan lebih pas untuk jadi guru.

Aspirasi rakyat. Terkadang, rakyat tuh gacuma butuh dilayani, tapi juga butuh didengar. Mereka maunya apa, bukan asal ngasih yang bukan mereka mau. Rakyat ya dilayani pemerintah, bukan rakyat melayani pemerintah. Gunanya kuping itu untuk mendengar, bukan masuk kuping kanan keluar kuping kiri.

Seperti inikah fasilitas pembelajaran yang layak untuk calon pemimpin bangsa?

Duit negara ya juga seharusnya yang megang orang yang bener-bener dipercaya, beriman, baik, pinter. Bukan orang korup bego sok suci. Udah jelas korup, masih nyalahin Zionis. Udah jelas korup, masih ngebantah. Takut.

Jelas kesalahan semua ini juga bukan salah SBY juga. Ya dia kan orang nomor 1 RI, pasti ada rapat diluar sama pemimpin-pemimpin negara lain. Ya walaupun masih suka nulis lagu, baru bikin twitter, sama fesbuk. Mending. Daripada anak tokoh penting bangsa, tapi kerjaannya keluar negeri, pulau-pulau kita dijual lagi. Kalo ketemu SBY, ngambek.

Oke. I think that’s enough. Sebenernya masih banyak, tapi lain kali di post lain, judul beda. I’m really disappointed with our government, really. You don’t have to trust the government to love your country.

Sekolah Master

Untuk kasus Master, itu juga. 100 juta rupiah lebih baik daripada 100 penerus bangsa? Siapa tau 100 penerus bangsa ini bisa menghasilkan lebih untuk negara. Pemerintah kadang suka maunya sendiri, ngeluarin surat izin hak milik tanah semaunya.

Tanah kosong ya dipake buat bikin apakek Sekolah gitu, pesantren, atau dibiarin kosong buat penyerapan ujan. Anyway, we really need your support untuk sekolah Master. Click here to find out more.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s