“Money can’t buy History”


skrtel_flag

Skrtel with one of our national pride

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, salah satu klub inggris tersukses di Eropa, Liverpool fc, berkunjung ke Bumi Indonesia dalam rangka LFC Asian tour. Rencananya sehabis dari Jakarta, mereka akan melanjutkan tur ke Australia, lalu menuju ke Thailand. Kenapa enggak Thailand-Indonesia-Australia?

lfctour-jkt-halim34_700X420

Welcome to Jekardah, lads!

Tiba di bandara Halim pada hari Kamis, Pemain, Pelatih, dan beberapa staff Liverpool football club disambut dengan hangat oleh Kopites Indonesia. Mereka sangat antusias melihat kedatangan pemain-pemain idola mereka. Yang pertama disorot adalah sang kapten fantastik, Steven George Gerrard.

Selama beberapa hari sebelum pertandingan, pemain, dan staff LFC melakukan aktivitas yang juga melibatkan para penggemarnya di Jakarta. Seperti coaching clinic di Senayan, dan latihan terbuka di Stadion utama Gelora Bung Karno. Tak lupa juga, Dietmar Hamann, mantan pemain Liverpool yang juga ikut meramaikan acara “Seeing is Believing” di SMP negeri 16 Jakarta.

Dietmar Hamann in "Seeing is Believing"

Dietmar Hamann in “Seeing is Believing”

Ketika gue mendengar cerita temen-temen, gue iri. Ada kakak temen yang pergi menuju bandara, untuk menyambut kedatangan para pemain, sementara gue sibuk mikirin tugas sekolah. Ada ayah temen yang bertemu dengan Steven Gerrard, dan temen yang menyaksikan langsung pertandingan Liverpool dari Stadion utama Gelora Bung Karno.

Jose Enrique and Philippe Coutinho

Jose Enrique and Philippe Coutinho

Oke, mungkin saya akan membahas pertandingannya. Liverpool fc mempunyai “buku” Sejarah yang menarik untuk dibaca, begitupun juga dengan Indonesia. Itulah alasan mengapa saya mengambil judul postingan ini “Money can’t buy happiness”. Hujan deras turun beberapa jam sebelum berjalannya pertandingan.

Berikut adalah Susunan pemain dari kedua kubu:

Starting XI Liverpool: 22 Mignolet; 2 Johnson, 5 Agger, 4 Toure, 3 Enrique; 21 Lucas, 8 Gerrard, 6 Alberto, 19 Downing; 10 Coutinho, 9 Aspas

Cadangan Liverpool: 1 Jones, 11 Assaidi, 14 Henderson, 31 Spearing, 24 Allen, 29 Borini, 31 Sterling, 34 Kelly, 37 Skrtel, 38 Flano, 47 Wisdom, 49 Robinson, 33 Ibe

Starting Indonesia XI: Kurnia Meiga, Ruben Sanadi, Iqbonefo, M. Roby, Hasyim Kipuw, Taufik, Bustomi, Maitimo, Mofu, Van Dijk, Titus Bonai

Cadangan Indonesia XI: I Made Wirawan, Dian Agus, Ramadhan, Fachruddin, Yustinus Pae, Boaz Solossa, Bayu Gatra, Pellu, Ahmad Juprianto, Ferdinand

“You’ll never walk alone” terus berkumandang di seantero stadion. Pada menit-menit awal, Pasukan Indonesia tampak menyerang pertahanan liverpool yang dipimpin oleh Daniel Agger dan kawan-kawan. Penyerangan dilakukan dari sisi kanan, namun masih bisa diredam oleh pertahanan Liverpool.

75495_120976878072962_64944093_n

Coutinho’s third goal in Gelora Bung Karno

Kedua tim saling menyerang. Penyerangan Liverpool dibangun oleh Coutinho dan Alberto, sementara penyerangan Indonesia dipimpin oleh Titus Bonai dan Sergio van Dijk. Pada menit ke ’10, Coutinho menerobos tembok pertahanan Indonesia, dan mencetak gol pembuka untuk Liverpool. 0-1!

Indonesia pun tak mau kalah. Titus Bonai tampak sangat berani, mencoba menembus pertahanan Kolo Toure dkk, demi menyamakan skor. Pada menit ke ’31, Tendangan keras dihasilkan oleh Sergio van Dijk. Tendangannya begitu keras dan bahaya bagi gawang Liverpool.

Namun, tendangan keras van Dijk masih bisa ditepis oleh Mignolet dan menghasilkan tendangan pojok bagi Indonesia. Kedua tim saling menyerang, hingga babak pertama habis dengan tambahan waktu 1 menit. Pada Babak kedua, terjadi pergantian pemain.

Steven Gerrard digantikan Joe Allen, sedangkan Enrique diganti Jack Robinson. Beberapa menit kemudian, kubu Indonesia melakukan pergantian pemain. Boaz masuk menggantikan Sergio van Dijk. Pada menit ke ’63, Indonesia mendapatkan Corner kick yang diambil oleh Bustomi.

Sepak pojok Bustomi disambut oleh Bonai melalui sundulan, namun bola masih berada di atas mistar gawang. Tak lama setelah itu, Rizky Pellu masuk menggantikan Mofu. Sementara Martin Skrtel, Andre Wisdom, Fabio Borini, Jordan Henderson, Jordon Ibe, Martin Kelly, Raheem Sterling, dan Oussama Assaidi masuk menggantikan Agger, Toure, Aspas, Lucas, Downing, Johnson, Alberto, dan Coutinho.215192_liverpool-vs-indonesia-xi_663_382

Pada meit ke ’87, Serangan balik Liverpool akhirnya membuahkan hasil. Sterling yang menyambut umpan Assaidi dengan leluasa menceploskan bola ke gawang Indonesia XI. Skor tetap 0-2 hingga akhir pertandingan. Coutinho mencatat dirinya telah mencetak 3 gol di Stadion GBK. 2 gol ia cetak saat Internazionale Milan berkunjung ke Indonesia, dan 1 gol ia cetak dengan membela Liverpool.

Liverpool menang dengan mendapatkan piala dari sponsornya sendiri, Standard Chartered. Sebagai pendukung Liverpool, gue menyesal tidak bisa datang ke GBK dan menyaksikan pertandingannya. Semoga lain kali, gue bisa nonton Liverpool di Anfield. Amin.

Look at the differences between Liverpool and Manchester United

Look at the differences between Liverpool and Manchester United

Seperti judul diatas, “Money can’t buy happiness”, Uang tidak bisa membeli sejarah. Amerika mungkin kaya, namun mereka tidak bisa membeli sejarah kita yang berjaya. Ingat, Kita Pernah (akan) Jaya (kembali)! Begitu juga dengan Liverpool. Meskipun MU baru menang titel liga ke-20, liat aja perolehan total piala. Kita Pernah (akan) Jaya (kembali)!

Terimakasih

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s