Arsip Kategori: Indonesia

What’s wrong with FPI?

395306_397714626949161_2119233793_nKekerasan. Rusuh. Anarkis. Itulah kata-kata yang terlintas didalam pikiran gue ketika mendengar kata “FPI”. I bet all of you have heard about the news. No? Yang bentrok sama warga Kendal, dan yang ngerusak warung di Makassar. Warungnya dirusak sampe ancur semua isinya. Bahkan, anak yang punya warungnya sampe dipukul (bukan anak kecil juga-,-).

Yang di Kendal itu abis Sweeping, terus katanya warga-warga diprovokasi sama preman kendal supaya nyerang balik konvoi fpi. Banyak yang kabur, salah satu mobilnya ketinggalan. Karena panik, ngebut, sopirnya kena lemparan batu (kacanya pecah), sehingga lepas kendali, dan mereka nabrak sepasang suami istri yang lagi naik motor. Istrinya keseret sampe meninggal dunia. Innalillahi..

Abis itu, puluhan orang fpi yang di kendal berlindung di masjid selama 6 jam, diluarnya rakyat udah mau siap-siap nyerang. Sebenernya sih bukan FPI juga yang salah. So, let’s talk about FPI. Baca lebih lanjut

Iklan

Kesalahan mereka?

Coretan Pong Harjatmo

Setiap aksi pasti ada batasannya. Gue gak akan komen yang macem2 di post ini, karena ini berhubungan dengan “the feds” atau the gov. Ya walaupun gue berlindung dibawah UUD Republik Indonesia no. 9 tahun 1998, tentang kebebasan menyampaikan pendapat.

Ya seperti biasa, i’m going to comment every single thing about this government. “Lo cuma bisa komen. Apa aksi lo?” Belajar. Untuk menjadi penerus bangsa. Lo juga kan? kita disini sama-sama penerus bangsa. *asek*

Anyway, let’s talk. Tonight, gue baru mendengar kabar tentang sekolah MASTER (masjid terminal), sekolah yang membina anak jalanan menjadi anak-anak yang berprestasi, mau digusur untuk dijadiin apartemen? bener apartemen? Baca lebih lanjut

No room for bootleg jackshit fuckin lemons (I)

If you always follow my blog, you’d know me. I am a stubborn asshole, and i always say what i always want to say. And if i’m not mistaken, my blog is full of my opinion and my thoughts, that’s because i can use the freedom of speech for what i want to say, not what i want to hear about what people say.

Kalo lo mau komen, bebas. Terserah lo. Lo mau membantah kek, mau apa, terserah. Ini negara bebas kok. Dan gue emang batu. I feel sick, literally sick about dangkalnya pengetahuan orang Indonesia yang gak mau diatur dan sok tau. Kalo enggak sok nakal, sok religius, palingan sok keren kayak gue.

Berbulan-bulan gue menahan diri gue untuk gak menulis post yang frontal kayak gini. Namun, Baca lebih lanjut

“Dude, i’m high”

tumblr_lvo01u14vw1qjh08oo1_500 Well, it’s a bit too late (far too late malah) untuk menulis postingan tentang 4/20. So, Happy 4/20 (Telat banget). Bagi yang tau apa itu 4/20, disini gue akan sedikit membahas kepedulian gue. Bagi yang gaktau, 4/20 adalah Hari Ganja sedunia yang dirayakan pada April 20. “Lah, hari ganja kok dirayain? Kan itu Narkoba”

My dad said to me “Kak, apapun keputusan kamu, pasti bapak dukung.” Gak nyampe setahun yang lalu, 5 bulan ada, gue berdiskusi secara terbuka dengan bapak gue tentang “Ganja”. Dan hasilnya, Baca lebih lanjut

Selamat hari Kartini

Copyright Irwanblog.com

   Terima kasih kepada para wanita yang telah ikut membangun kejayaan tanah ibu pertiwi ini. Terima kasih juga kepada para wanita yang telah melahirkan kami, para lelaki, yang juga turut ikut membangun negeri ini, dan juga para wanita yang telah melahirkan wanita, yang melahirkan wanita, yang melahirkan wanita yang juga membangun negeri ini.

   Terima kasih juga untuk para wanita tangguh, seperti Ibu saya, dan ibu kalian yang telah melahirkan pribadi yang cerdas seperti saya dan anda.


   Dalam cita-citanya, Kartini ingin wanita-wanita Indonesia memiliki kebebasan dalam menuntut ilmu. Seperti tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Artinya; Pengembangan diri dan self-teaching, Kepercayaan diri dan Self-efficiency, dan juga Solidaritas.

   Semua yang diatas didasari oleh: Religieusiteit, Wijsheid, Schoonheid, Humanitarianisme, en Nationalisme. (Ketuhanan, Kebijaksanaan, Keindahan, Peri kemanuisaan, dan Nasionalisme).

   Sekali lagi, Terima kasih kepada para wanita tangguh Indonesia! Terima kasih! Tanpa kalian, generasi sekarang dan berikutnya tidak akan ada. Salam sejahtera!