Arsip Kategori: Special Post

“Money can’t buy History”

skrtel_flag

Skrtel with one of our national pride

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, salah satu klub inggris tersukses di Eropa, Liverpool fc, berkunjung ke Bumi Indonesia dalam rangka LFC Asian tour. Rencananya sehabis dari Jakarta, mereka akan melanjutkan tur ke Australia, lalu menuju ke Thailand. Kenapa enggak Thailand-Indonesia-Australia?

lfctour-jkt-halim34_700X420

Welcome to Jekardah, lads!

Tiba di bandara Halim pada hari Kamis, Pemain, Pelatih, dan beberapa staff Liverpool football club disambut dengan hangat oleh Kopites Indonesia. Mereka sangat antusias melihat kedatangan pemain-pemain idola mereka. Yang pertama disorot adalah sang kapten fantastik, Steven George Gerrard. Baca lebih lanjut

Iklan

Nazi goreng

Al-Jazeera

“Authorities in central Indonesia plan to ask a restaurant owner to explain his reasons for opening a Nazi-themed cafe that has sparked controversy among residents and tourists.

Soldatenkaffee includes a red wall of Nazi-related memorabilia, including a large flag with the swastika and a giant picture of Adolf Hitler. Its staff dress in SS uniforms, and can be seen posing in front of the cafe on its Facebook page.” – Guardian

Jadi, ceritanya gini. Di Bandung, ada kafe yang bertemakan nazi. Terus masalahnya apa? Ini jadi topik yang hangat di media-media barat. Udah ada Guardian (diatas), Al-Jazeera, Jerusalem post, Associated press, Fox news, dan lainnya.

Kafe ini, namanya Soldatenkaffee, Kafe tentara. Dan, kafe ini, memang kontroversial, karena tema yang diangkat dari kafe ini adalah Nazi. Nazi tau kan lo pada. Nationalsozialistische. Di Indonesia, mungkin apa salahnya memakai baju atau perhiasan yang berbau-bau nazi. Baca lebih lanjut

Kesalahan mereka?

Coretan Pong Harjatmo

Setiap aksi pasti ada batasannya. Gue gak akan komen yang macem2 di post ini, karena ini berhubungan dengan “the feds” atau the gov. Ya walaupun gue berlindung dibawah UUD Republik Indonesia no. 9 tahun 1998, tentang kebebasan menyampaikan pendapat.

Ya seperti biasa, i’m going to comment every single thing about this government. “Lo cuma bisa komen. Apa aksi lo?” Belajar. Untuk menjadi penerus bangsa. Lo juga kan? kita disini sama-sama penerus bangsa. *asek*

Anyway, let’s talk. Tonight, gue baru mendengar kabar tentang sekolah MASTER (masjid terminal), sekolah yang membina anak jalanan menjadi anak-anak yang berprestasi, mau digusur untuk dijadiin apartemen? bener apartemen? Baca lebih lanjut

How to survive the Ramadhan Month

selamat-puasaYa, ini adalah postingan tips-tips keren dan manjur yang kayak di D*tik Health. Dan bukan, ini bukan sesi curhat. Ada sih, tapi dikit kok. Judulnya sih “How to survive the Ramadhan month“. Sebenernya gak cuma tips, tapi gue juga akan menyelipkan budaya-budaya Indonesia di seputar bulan puasa.

Bulan puasa, adalah bulan yang menurut gue, suci, sekaligus kocak di Indonesia. Mengapa? banyak orang yang berlomba-lomba menjadi “suci”. Yang tadinya di twitter kerjaannya galau, pacaran di tl, atau kerjaannya maki-maki mulu, berubah jadi da’i yang keliatannya hafal hadist-hadist yang telah diriwayatkan. Gak cuma di Twitter, fesbuk, blog, dll.

Artis-artis cakep yang tadinya pamer paha, dada *EH, berlomba-lomba nutupin auratnya. Meskipun menutup aurat, tetep aje, kerudungnya yang ada punuk onta, tapi dua, terus bajunya yang lebay. Ini nih yang bikin gue heran sekaligus ngakak. Terus nanti di acara gosip, doi diliatin persiapannya untuk buka puasa. Baca lebih lanjut

Goodbye, sir Alex!

Cheerio“PRIIT PRIIT PRIIT” Peluit telah ditiup oleh pelatih legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson, yang sudah menempuh karirnya bersama Manchester united selama 26 tahun. Si orang Skotlandia ini, baru aja ngeklaim gelar premier leaguenya yang ke-13 beberapa minggu lalu.

Although, i fucking hate Man United, this man, deserves some big massive respect for being a manager. Call me Judas, but yes, i said it. He’s one of the best managers in football’s history. I miss the old days, ketika Raja-raja yang menguasai premier league adalah Sir Alex, Mourinho, Benitez, dan Wenger. Baca lebih lanjut